Senin, 31 Mei 2010

Penyebab Hilangnya Nafsu Makan

Hilang nafsu makan umumnya dialami orang sakit. Tapi hilang nafsu makan tak melulu karena sakit bisa juga akibat efek samping beberapa obat termasuk gangguan makan karena ingin menaikkan atau menurunkan berat badan.

Padahal nafsu makan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan energi dan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Tapi kondisi tertentu kadang membuat orang kehilangan nafsu makannya.

Nafsu makan merupakan sistem regulasi yang kompleks, yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan energi dan gizi tubuh. Banyak faktor yang terlibat dalam menciptakan dan mempertahankan nafsu makan untuk berat badan ideal.

Masalah nafsu makan dapat berupa kelebihan nafsu makan (hyperphagia) dan kekurangan nafsu makan (anoreksia) yang menyebabkan kenaikan dan penurunan berat badan yang cepat.

Hilang nafsu makan alias anoreksia kadang sering digunakan untuk menunjukkan istilah gangguan makan. Anoreksia adalah menurunnya keinginan, sensasi atau rangsangan untuk makan.

Hal ini bisa disebabkan oleh gejala penyakit, gangguan atau kondisi yang mungkin memerlukan perhatian medis yang mencegah sistem pembuangan dari tubuh.

Yang tak bisa dipisahkan dari masalah hilangnya nafsu makan adalah sistem percernaan. Seperti dilansir dari Healthblurbs, Senin (10/5/2010), beberapa masalah pencernaan yang menyebabkan hilangnya nafsu makan yaitu:


  1. Maag
  2. Radang perut
  3. Divertikulitis (radang atau infeksi satu atau lebih divertikula dalam saluran pencernaan)
  4. Penyakit Crohn
  5. Sindrom iritasi usus
  6. Kolitis ulseratif (luka atau peradangan pada usus besar)

Infeksi juga dapat menyebabkan orang tidak lapar dan kehilangan nafsu makan. infeksi yang menyebabkan hilangnya nafus makan bisa merupakan penyakit akut atau penyakit kronis yang disebabkan oleh virus, bakteri, parasit atau jamur, antara lain:

  1. Influenza
  2. Penyakit gondok
  3. Sipilis
  4. Pneumonia
  5. Cacar air
  6. Radang tenggorokan
  7. Demam kuning
  8. HIV/AIDS
  9. Demam tipus
  10. Cacingan (akibat cacing tambang)
  11. Keracunan makanan (E. coli enteritis)
  12. Penyakit coxsackie

Atau bahkan disebabkan oleh penyakit-penyakit yang cukup parah seperti:

  1. Sirosis
  2. Hepatitis
  3. Limfoma
  4. Kelumpuhan jantung
  5. Penyakit hati
  6. Radang usus buntu
  7. Gagal ginjal
  8. Panyakit Addison
  9. Rheumatoid arthritis
  10. Gagal ginjal kronis
  11. Kanker (paru-paru, hati, ginjal, ovarium, serviks, lambung, dan pankreas)

Hilang nafsu makan juga disebabkan oleh efek samping beberapa obat seperti kokain, morfin, antibiotik, amfetamin, methamphetamine, obat kemoterapi, obat batuk dan hidung tersumbat (dekongestan).

Beberapa kondisi psikologis, diet dan gaya hidup juga merupakan faktor terkait yang menyebabkan hilangnya nafsu makan, yaitu:

  1. Stres
  2. Depresi
  3. Anemia
  4. Alkohol
  5. Migrain (sakit kepala sebelah)
  6. Kekurangan vitamn B12
  7. Kehamilan (trimester pertama)

Jika Anda mengalami hilang nafsu makan dalam jangka waktu panjang atau beberapa hari, pertimbangkan untuk mengonsumsi multivitamin, untuk memastikan tubuh tetap sehat.

Bahaya Kesehatan dari Kebiasaan Gigit Kuku

Beberapa orang mungkin suka menggigit kuku karena alasan bosan, cemas, stres atau perilaku kompulsif (kebiasaan yang berulang-ulang). Tapi kebiasaan menggigit kuku ternyata bisa membahayakan kesehatan.

Menurut studi Operant Learning Principles Applied to Nail Biting yang dilakukan oleh Terry M. McClanahan, kebiasaan menggigit kuku terjadi 28-33 persen pada anak-anak usia 7-10 tahun, 44 persen remaja, 19-29 persen dewasa muda dan 5 persen pada dewasa tua.

Kadang-kadang kebiasaan menggigit kuku juga dikenal sebagai onychophagia kronis, yang harus dirawat oleh dokter atau penyedia layanan kesehatan mental, karena sering kali kebiasaan ini dapat merusak.

Tangan dan kuku merupakan sarang kuman, bakteri, virus atau jamur. Oleh karena itu, kebiasaan menggigit kuku harus segera dihentikan karena kebiasaan buruk ini dapat membahayakan kesehatan.

Seperti dilansir dari Ehow, Rabu (12/5/2010), berikut bahaya yang ditimbulkan akibat kebiasaan buruk menggigit kuku:

1. Infeksi


Menggigit kuku dapat menyebabkan infeksi kulit di sekitar kuku, yang dikenal sebagai paronychia. Hal ini terjadi karena pelindung antara kuku dan lipatan kuku pecah karena lembab. Organisme kemudian bisa masuk ke celah kuku, yang mengakibatkan infeksi bakteri atau jamur di jari.

Paronychia
dapat akut atau kronis. Gejalanya termasuk rasa sakit, nyeri, peradangan dan pembengkakan jari.

2. Bakteri atau virus

Kebiasaan menggigit kuku yang dilakukan secara konstan dapat menyebabkan bakteri atau virus menyebar dari kuku dan jari ke jari lainnya, atau ke bibir dan mulut.

Ketika jari terus menerus basah karena air liur, hal ini dapat menyebabkan infeksi ragi di kuku dan herpes oral. Bakteri dan virus juga dapat menyebabkan kuku dan dasar celah-celah kecil kuku melemah.

Kebiasaan menggigit kuku juga dapat menyebabkan jari menjadi bengkak bahkan berdarah, dimana bakteri melakukan perjalanan menuju aliran darah.

3. Masalah pada gigi


Masalah oral yang ditimbulkan karena menggigit kuku seperti gingivitis (radang gusi) dan kerusakan gigi. Gigi depan rentan menjadi pecah, retak atau aus karena menggigit kuku.

Menggigit kuku menyebabkan akar gigi menjadi pendek atau yang dikenal dengan resorpsi akar, yang juga dapat berkembang dan menyebabkan gigi rontok. Selain itu, menggigit kuku juga dapat memotong gusi, dan memungkinkan bakteri memasuki luka.

4. Kutil

Menggigit kuku dapat menyebabkan kutil kuku, kasar dan kuku tumbuh keras di bawah dan di sekitar kuku tersebut. Kutil ini sulit untuk disembuhkan karena lokasi mereka yang ada di sekitar kuku. Kutil dapat merusak pertumbuhan kuku dan menyebar ke bagian lain dari tubuh.

Kutil subungual atau periungual yang dibentuk di bawah kuku adalah tumor jinak. Tetapi jika tidak diobati, mereka dapat tumbuh dan menyebabkan infeksi pada jari lainnya.

Kulit periungual yang tinggi dan tidak merata, dapat menyebabkan permukaan tangan terkelupas dan kasar. Kutil ini dapat merusak kuku dengan mengangkatnya dari kulit atau menyebabkan kuku terlepas sebagian.

Kutil dapat dihilangkan dengan obat yang diresepkan, prosedur bedah, dengan pembekuan, membakar atau pengobatan laser.

Nah, sebelum semua hal di atas terjadi pada Anda, segeralah hentikan kebiasaan menggigit kuku, yang selain merusak keindahan kuku, juga dapat membahayakan kesehatan Anda.

Susu Kedelai versus Susu Sapi, Mana Lebih Baik?

Banyak orang yang beralih ke susu kedelai karena alergi terhadap laktosa, yang merupakan karbohidrat utama dalam susu sapi. Apa saja keunggulan dan kelemahan masing-masing susu ini?

Laktosa, karbohidrat utama dalam susu sapi, akan menyebabkan masalah pencernaan bagi beberapa orang. Orang-orang yang intoleran (tidak toleran) terhadap laktosa disebabkan karena kekurangan enzim laktosa, yang diperlukan untuk memecah laktosa.

Hal ini membuat orang yang intoleran menghasilkan gas, kembung dan diare setelah mengonsumsi beberapa bentuk produk susu sapi.

Susu kedelai adalah pengganti bagi orang-orang yang alergi terhadap susu sapi. Secara teknis, susu kedelai bukanlah susu seperti pada susu sapi, melainkan minuman yang terbuat dari sari kacang kedelai. Susu kedelai juga populer di kalangan vegetarian, karena bahan dasarnya yang berasal dari tumbuhan.

Saat ini, lebih banyak orang yang sengaja memilih susu kedelai ketimbang susu sapi karena manfaat kesehatan yang ditawarkannya. Tapi manfaat kedelai sampai saat ini masih menjadi perdebatan, meskipun diterima secara umum bahwa susu kedelai mengandung sejumlah besar senyawa yang sangat sehat.

Perdebatan susu kedelai dan susu sapi

Perbedaan utama antara susu kedelai dan susu sapi adalah sumbernya, yaitu tumbuhan dan hewan.

Seperti dilansir dari SteadyHealth, Jumat (14/5/2010), satu cangkir susu kedelai yang tidak difortifikasi (masih murni, belum mengalami pengayaan) mengandung hampir 7 gram protein, 4 gram karbohidrat, 4,5 gram lemak dan tidak mengandung kolesterol.

Meskipun susu kedelai mengandung vitamin B, tapi susu ini bukan merupakan sumber B12 dan tidak memberikan asupan kalsium yang signifikan.

Sejak susu kedelai dijadikan pengganti susu sapi, produsen telah menawarkan versi susu kedelai yang sudah diperkaya, yaitu dengan kalsium, vitamin E, B12, vitamin D dan nutrisi lainnya.

Sedangkan susu sapi menyediakan karbohidrat, vitamin, mineral, dan lemak. Semua susu sapi mengandung 8 gram protein dan 12 gram karbohidrat per cangkir. Ini juga merupakan sumber yang kaya nutrisi lainnya.

Satu cangkir susu sapi memberikan 30 persen dari kebutuhan kalsium sehari-hari orang dewasa, dan sekitar 50 persen vitamin B12 dan riboflavin. Seringkali diperkaya dengan vitamin D untuk memfasilitasi penyerapan kalsium, dan juga vitamin A. Sehingga susu sapi dianggap sebagai makanan yang lengkap.

Keunggulan susu sapi perah

Susu sapi mengalami proses pasteurisasi, yaitu proses yang mana susu dipanaskan, membunuh bakteri, enzim dan protein yang tak menguntungkan.

Susu sapi kaya dengan enzim dan benar-benar berisi 22 asam amino esensial, termasuk fosfat, yang penting untuk penyerapan kalsium.

Susu sapi mentah atau perahan memiliki banyak manfaat kesehatan dan merupakan sumber kalsium terbaik.

Susu ini merupakan sumber vitamin, khususnya vitamin B12, yang merupakan vitamin penting yang sulit ditemukan dari sumber-sumber non-daging. Dan juga berisi enzim IgG (Immunoglobulin), vitamin A, B, dan C.

Penelitian juga menunjukkan bahwa susu sapi perah juga mengandung enzim dan antibodi yang benar-benar membuat susu kurang rentan terhadap bakteri. Lipase juga hadir yang membantu pencernaan lemak.

Manfaat besar lainnya adalah bahwa susu sapi mengandung CLA (conjugated linoleic acid) atau asam linoleat terkonjugasi, yang telah diamati untuk melawan kanker.

Keunggulan susu kedelai

Manfaat kesehatan dari susu kedelai memang tak terbantahkan. Namun demikian, banyak orang yang peduli tentang perbandingan susu kedelai diukur dengan susu sapi.

Susu kedelai yang tinggi protein, dan karena terbuat dari kacang juga mengandung serat yang jauh lebih tinggi dari susu sapi.

Manfaat terbesar dari susu kedelai adalah isoflavon. Ini adalah bahan kimia mirip yang dengan hormon estrogen. Isoflavon terhubung ke masalah kesehatan dan bertanggung jawab untuk mencegah banyak kanker, penyakit jantung, osteoporosis dan banyak penyakit lainnya.

Susu kedelai tidak bebas lemak. Susu kedelai memiliki 2 persen lemak lebih sedikit dari susu sapi, tapi tidak mengandung kolesterol jahat.

Karena susu kedelai terbuat dari kacang, susu ini berisi sekitar 9 kali lebih sedikit lemak jenuh dibandingkan susu sapi. Selain itu, susu kedelai memiliki 10 kali lebih banyak asam lemak ketimbang susu sapi, yang merupakan lemak sehat.

Susu kedelai bebas kolesterol. Selain itu, suu kedelai dapat mengurangi kolesterol jahat LDL, sedangkan susu sapi meningkatkan kadar kolesterol LDL. Susu kedelai juga menyediakan perlindungan tambahan untuk hati dengan phytochemical, yang berlimpah dalam susu kedelai.

Susu kedelai mengandung empat kali lebih banyak jumlah thiamin (vitamin B1) dan hampir dua kali jumlah niasin (vitamin B3) dibandingkan dengan susu sapi. Susu kedelai juga berisi lebih banyak magnesium, tembaga dan mangan dari susu sapi.

Susu kedelai juga mengandung 42 kali jumlah mangan seperti halnya susu sapi. Mangan diperlukan untuk pembentukan tulang. Orang dengan anemia memerlukan mangan untuk penyimpanan besi.

Penelitian telah menunjukkan bahwa pria yang minum dua gelas susu kedelai setiap hari 70 persen lebih rendah terserang kanker prostat. Tidak ada temuan yang sama tentang orang yang minum susu sapi.

Kelemahan susu kedelai

Kelemahan utama dari susu kedelai adalah kurangnya kandungan kalsium, yang hanya sekitar seperempat dari kalsium yang dikandung susu sapi. Banyak produsen susu kedelai menambahkan kalsium untuk produknya, tetapi studi menunjukkan bahwa hal itu tidak sesehat kalsium alami.

Adapun inti sembilan asam amino pada protein yang diperlukan untuk mempertahankan hidup, susu sapi dan susu kedelai mengandung jumlah hampir identik.

Susu sapi memiliki seperlima gram asam amino lebih penting ketimbang susu kedelai. Karena salah satu dari sembilan asam amino esensial adalah metionin, hal ini dapat menjadi kemenangan untuk pecinta susu sapi. Susu sapi mengandung dua kali lebih banyak metionin ketimbang susu kedelai.

Susu kedelai mengandung riboflavin sekitar 60 persen lebih sedikit dari susu sapi. Riboflavin merupakan vitamin penting, tetapi juga banyak ditemukan dalam biji-bijian, ragi gizi, sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, dan gandum. Oleh karena itu, susu sapi bukan sumber yang diperlukan untuk riboflavin bagi orang yang makan diet seimbang.

Wanita yang menderita kanker payudara mungkin harus membatasi asupan protein kedelai, karena beberapa studi telah menunjuk kemungkinan bahaya mengkonsumsi kedelai kelebihan.

Penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal Human Reproduction, menemukan bahwa sperma 41 juta lebih sedikit per mililiter air mani setelah makan hanya satu porsi makanan yang mengandung kedelai setiap dua hari.

Tapi perlu diingat, kedua jenis susu ini tidak diberikan untuk bayi di bawah usia satu tahun. ASI adalah makanan dan minuman bagi bayi, karena semua sumber nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh kembang sudah terkandung dalam ASI.

Gigi Sehat dengan 9 Langkah

Orang kadang baru sadar merawat giginya setelah sakit gigi. Jangan tunggu sampai sakit gigi menyiksa, karena punya gigi sehat ternyata cukup dengan 9 langkah mudah.

Siapa bilang memiliki gigi yang kuat dan indah butuh biaya yang mahal?

Seperti dikutip dari Geniusbeauty, Kamis (13/5/2010), ada 9 langkah mudah dan tidak perlu biaya mahal untuk memiliki gigi yang kuat dan indah, yaitu:


  1. Sebaiknya tidak hanya menyikat bagian gigi saja, tapi juga mencakup lidah dan pipi. Karena banyak juga kuman-kuman yang berkumpul di daerah tersebut.
  2. Mengganti sikat gigi dalam sebulan.
  3. Mengganti pasta gigi (odol) secara teratur, karena tubuh yang sudah terbiasa dengan bahan aktif tertentu akan berhenti bereaksi dari waktu ke waktu.
  4. Membiasakan diri untuk menyikat gigi sebelum sarapan pagi dan sebelum tidur di malam hari.
  5. Melakukan kumur tenggorokan secara menyeluruh setelah makan, terutama jika mengonsumsi makanan yang manis atau asam. Dalam hal ini tak perlu harus menggunakan cairan kumur, tapi bisa juga menggunakan air.
  6. Menggunakan benang gigi untuk menghilangkan sisa-sisa makanan, dan sebaiknya tidak menggunakan tusuk gigi karena dapat melukai mukosa mulut.
  7. Mengunyah permen karet setelah makan dapat membantu menyerap racun dan menghilangkan akumulasi plak lunak. Tapi pastikan untuk tidak mengunyahnya lebih dari 15 menit.
  8. Jika diperlukan bisa berkumur dengan cairan antibakteri untuk menghilangkan bakteri secara keseluruhan.
  9. Menggunakan irrigator oral untuk membantu membersihkan ruang antara dentogingival lebih efektif. Selain itu intensitas semprotan air pada gusi dapat meningkatkan aliran darah.

Selain sembilan langkah di atas yang bisa membantu seseorang memiliki gigi kuat dan indah, ada juga hal lain yang harus dilakukan yaitu:

1. Memilih makanan yang tepat untuk gigi sehat
Gigi membutuhkan banyak kalsium yang bisa membantu membuat enamel gigi semakin kuat. Karenanya konsumsi makanan yang mengandung kalsium seperti produk susu, ikan, kacang-kacangan, bit dan bayam. Selain itu air yang digunakan untuk minum dan masak juga memiliki pengaruh tersendiri. Hal lain yang harus diperhatikan adalah melatih gigi agar kuat dengan mengonsumsi makanan padat berupa sayuran dan buah secara teratur seperti menggigit wortel dan apel.

2. Menghindari minuman yang tidak sehat

Selama ini mungkin orang beranggapan bahwa teh, kopi atau jus tidak baik untuk gigi, padahal sebenarnya minuman ini tidak merusak enamel gigi. Tapi minuman soda lah yang paling berbahaya untuk gigi. Minuman ini mengandung asam orthophosphoric yang dapat menggerogoti enamel gigi.

3. Rajin merawat gigi
Gigi yang sehat sekalipun tetap membutuhkan perawatan secara teratur dari waktu ke waktu. Hal ini berguna untuk membersihkan gigi, menghilangkan plak yang menempel dan memberikan perlindungan khusus terhadap gigi. Tapi perawatan ini tidak termasuk memutihkan gigi dengan produk hidrogen peroksida, karena bisa merusak dan melemahkan gigi.

Agar Tak Sakit Saat Terjebak Hujan, Berjalan atau Lari?

Hujan kadang membuat pusing karena tekanan udara menjadi rendah. Orang biasanya akan cepat-cepat menghindari hujan dengan harapan agar tak sakit. Ketika terjebak hujan, mana yang sebaiknya dilakukan berjalan seperti biasa atau berlari kencang?

Saat musim hujan kondisi tubuh biasanya mudah drop maka itu sebisa mungkin jangan terlalu basah-basahan jika sedang tidak fit.

Beberapa penyakit di musim hujan antara lain pusing, flu, demam berdarah, diare, muntah, disentri, cacingan. Ketika tubuh basah, pakaian menjadi lembab yang bikin betah jamur dan menyebabkan jamur kulit seperti di selangkangan, sela jari kaki, lipat payudara.

Ada anggapan berlari kencang menerobos hujan lebih aman ketimbang hanya berjalan saja karena berjalan saja tubuh akan lebih basah. Sekilas anggapan itu ada benarnya, sebab dengan berlari maka guyuran hujan akan berlangsung lebih singkat. Namun berlari akan membuat terpaan air hujan tidak hanya datang dari atas, melainkan juga dari depan sehingga cukup masuk akal jika berlari saat hujan justru membuat lebih basah.

Dikutip dari Gazette, Rabu (12/5/2010), 2 ilmuwan dari North Carolina, Trevor Wallis dan Thomas Peterson pernah melakukan eksperimen tentang hal itu. Mereka melakukanya di wilayah pegunungan Appalachian saat terjadi badai hujan pada musim panas tahun 1996.

Di bawah guyuran hujan, Wallis berlari sejauh 100 meter di pelataran parkir kantor mereka sementara Peterson hanya berjalan. Keduanya mengenakan topi dan pakaian berbahan sama, yakni dari katun.

Setelah menerobos guyuran hujan, pakaian mereka langsung ditimbang. Ternyata pakaian yang dikenakan Peterson 40 persen lebih berat karena basah oleh air hujan dibandingkan pakaian Wallis yang berlari dengan cepat.

Bagian paling basah adalah pada topi, yang menunjukkan guyuran datang dari atas. Mereka berkesimpulan, semakin lama berada di bawah hujan maka akan semakin basah.

Sementara itu peneliti dari Kanada, Doug Craigen menambahkan faktor lain yang mempengaruhi tingkat kebasahan saat menerobos hujan. Menurutnya, bentuk tubuh juga berpengaruh terutama tinggi badan dan lebah bahu.

Berlari juga bisa lebih basah

Sementara itu Nick Allen dari Royal Astronomical Society, dikutip dari BBC (12/5/2010), memberikan pendapat berbeda soal hujan. Menurutnya, berlari dengan sangat cepat sama basahnya dengan diam saja dalam waktu lebih lama di bawah guyuran hujan.

Ini disebabkan karena beberapa variabel tidak bisa dikendalikan seperti kecepatan jatuhnya air hujan (velositas), kerapatan air hujan, dan juga ukuran tubuh. Yang bisa dikendalikan hanya kecepatan berlari serta lamanya waktu saat berada di bawah guyuran hujan.

Variabel lain yang juga perlu diperhatikan tentu saja arah hembusan angin, yang menentukan sudut datangnya air hujan. Berlari melawan arah datangnya hujan tentu saja akan lebih basah dibandingkan berlari dengan arah yang sama.

Jika keputusan untuk berlari atau berjalan harus dibuat dalam waktu singkat agar tak sakit terkena hujan, berbagai variabel tersebut mungkin terlalu rumit untuk diperhitungkan.

Tips berikut ini lebih praktis untuk diterapkan ketika lupa membawa payung agar badan tak terlalu basah sehingga terhindar dari pusing dan masuk angin:
  1. Pilih lokasi untuk berteduh, misalnya halte atau emperan toko. Tentukan arah sekaligus rute yang akan ditempuh
  2. Amati sudut datangnya air hujan, bandingkan dengan arah yang dituju
  3. Jika searah, berlari adalah pilihan terbaik. Jika berlawanan arah, berlari hanya akan membuat makin cepat basah atau bahkan lebih basah
  4. Jika tidak mungkin menempuh rute yang lurus, sesuaikan langkah di setiap belokan. Sesekali berjalan, kemudian berlari lagi.

10 Cara Sederhana Hindari Sakit

Cuaca ekstrem dan tidak menentu seperti sekarang ini bisa membuat sistem pertahanan tubuh melemah. Dengan menjaga kebersihan, olahraga dan gizi yang cukup maka risiko tertular penyakit bisa ditekan.

Sedapat mungkin menghindari sakit adalah pilihan yang bijak untuk saat ini mengingat ongkos berobat tidak murah. Caranya sangat sederhana, tidak butuh banyak biaya serta bisa dilakukan oleh siapa saja.

Berikut ini adalah 10 tips agar tidak tertular penyakit, dikutip dari Askmen, Rabu (12/5/2010).

1. Istirahat yang cukup
Kurang tidur sering dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan fisik dan mental, termasuk berkurangnya sistem imun tubuh. Meski tidak ada penjelasan yang pasti tentang kaitannya dengan sistem imun, namun bisa dipastikan orang yang kurang tidur lebih mudah terserang penyakit. Karena itu jika punya keluhan kesehatan yang tidak jelas penyebabnya, cobalah perbaiki pola tidur.

2. Bersihkan permukaan seluruh perabot
Meskipun virus lebih banyak menular secara langsung dari orang ke orang, bukan tidak mungkin kontak tidak langsung melalui berbagai perabotan juga bisa menularkannya. Permukaan meja, keran air, gagang telepon dan pegangan pintu harus sering-sering dibersihkan karena sering bersentuhan dengan tangan. Beberapa virus dan kuman penyakit bisa bertahan hidup di sana selama beberapa jam, bahkan beberapa hari.

3. Hindari 'party'' saat musim penyakit
Bukan party namanya jika tidak ada alkohol, rokok dan mungkin obat-obat stimulansia. Bukan party juga namanya jika tidak bergadang sampai pagi. Padahal semuanya itu dapat melemahkan sistem imun, sehingga tubuh mudah terserang penyakit. Jika sesekali ingin ikut party tanpa ada risiko tertular penyakit, pastikan tidak ada yang sedang flu di tempat tersebut.

4. Jangan berbagi-pakai barang pribadi
Ketika masih kecil, berbagi-pakai barang pribadi seperti gelas dan piring dengan sesama teman mempunyai nilai-nilai dan kebahagiaan tersendiri. Sekarang, singkirkan jauh-jauh pola pikir seperti anak kecil itu dan bersikaplah sedikit egois untuk barang-barang yang bersentuhan dengan mulut. Sikat gigi, rokok, makanan, dan minuman mudah menularkan kuman penyakit jika digunakan bersama-sama.

5. Cukupi kebutuhan cairan
Bukan hanya saat sakit, mengonsumsi air banyak-banyak juga perlu dilakukan saat sehat untuk mencegah sakit. Lebih dari 60 persen tubuh manusia terdiri dari air yang fungsinya antara lain mengantarkan nutrisi ke sel sekaligus melarutkan racun-racun dalam tubuh.

6. Makanlah sayur dan buah-buahan yang berwarna warni
Tanpa perlu disadari, setiap saat tubuh selalu memberikan perlawanan terhadap infeksi berbagai virus dan kuman penyakit. Agar fungsi sistem imun tetap terjaga, berikan cukup nutrisi berupa vitamin dan mineral. Sayuran dan buah-buahan merupakan sumber nutrisi yang cukup lengkap. Semakin gelap dan berwarna-warni, umumnya kandungan nutrisinya semakin banyak.

7. Berolahraga
Tak sekedar membuat tubuh merasa segar bugar, berbagai penelitian telah membuktikan secara ilmiah bahwa olahraga seringan apapun asalkan dilakukan secara rutin dapat memperbaiki sistem imun. Belum diketahui pasti bagaimana mekanismenya, namun diduga olahraga secara rutin mencegah terjadinya inflamasi molekul dalam sel yang menyebabkan rusaknya sistem imun.

8. Jauhi orang sakit
Ini adalah tips paling sederhana yang tidak butuh banyak penjelasan. Sebagian besar virus flu menular melalui kontak langsung dari orang ke orang sehingga cukup masuk akal jika menghindari orang sakit flu dapat mencegah penularannya. Jika mendengar ada rekan kerja pilek atau bersin-bersin, kembalilah segera ke meja kerja dan bersihkan tangan sesering mungkin.

9. Jangan sembarangan menyentuh muka
Muka atau wajah mempunyai begitu banyak pintu masuk bagi kuman penyakit. Tidak hanya melalui hidung atau mulut, kuman bahkan bisa masuk melalui celah-celah yang tak terduga misalnya mata. Untuk mengurangi risiko masuknya kuman, jangan menjilat tangan maupun memakainyanya untuk menggosok hidung dan mata sekalipun gatal.

10. Jaga kebersihan tangan
Anjuran untuk mencuci tangan bisa ditemui di mana saja, karena memang efektif menekan risiko penularan penyakit. Kuman ada di mana-mana, dan terbawa ketika tangan menyentuh sesuatu. Karena itu sebelum menyentuh wajah dan memberi kesempatan kepada para kuman untuk berpesta, cucilah tangan dengan sabun atau minimal air yang mengalir.

Mengapa Sulit Berkonsentrasi?

Pada beberapa orang, sulit menjaga konsentrasi disebabkan oleh kondisi medis misalnya Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH). Namun tak sedikit yang dipicu hal-hal sederhana, yang tentunya lebih mudah untuk diatasi.

Hal-hal yang dimaksud umumnya terkait dengan faktor internal pada individu yang bersangkutan, misalnya stres dan kurang olahraga. Ada juga faktor eksternal, seperti lingkungan kerja serta dampak buruk dari perkembangan teknologi.

Berikut ini adalah 5 faktor yang menyebabkan konsentrasi berkurang, dikutip dari Health, Minggu (16/5/2010).

Keracunan teknologi
Banyaknya gadget di meja kerja ibarat 2 sisi mata uang. Di satu sisi bisa memberikan kenyamanan, bahkan kemudahan melalui fitur-fitur pengingat dan pengatur jadwal. Di sisi lain, semakin banyak benda yang menarik perhatian akan menyulitkan otak untuk fokus pada satu pekerjaan. Kembali ke buku agenda kadang lebih efektif untuk sekedar mengingat jadwal. Untuk menghindari ketergantungan, sekali waktu luangkan diri untuk menghindari iPod, Blackberry, komputer, laptop dan perangkat canggih lainnya. Waktu yang tepat antara lain selepas makan malam atau sebelum tidur.

Kurang tidur
Bulan depan ketika berlangsung perhelatan Piala Dunia 2010, dipastikan produktivitas para pekerja akan menurun. Kualitas tidur yang kurang baik karena harus bergadang untuk nonton bola akan mengganggu konsentrasi ketika bekerja siang harinya. Dampak lain dari kurang tidur adalah mood yang terganggu, mudah marah dan mudah merasa lelah. Kondisi tertentu bahkan membutuhkan pertolongan medis untuk memperbaikinya misalnya pada gangguan tidur (sleep disorder).

Kurang puas dengan pekerjaan
Sangat wajar apabila suasana kerja yang tidak menyenangkan akan mengurangi mood dan konsentrasi. Kondisi ini terjadi apabila terlibat konflik dengan atasan atau rekan kerja, maupun mengerjakan proyek yang membosankan atau tidak sesuai dengan minat dan kemampuan. Individu dengan GPPH juga mengalami hal semacam ini, dan membutuhkan pertolongan medis untuk memperbaiki kinerjanya. Jika bukan karena GPPH, solusi paling mudah adalah mencari pekerjaan baru.

Terlalu banyak tekanan
Stres dan perasaan gelisah sangat menganggu konsentrasi karena mempengaruhi bagian pusat kognitif di otak. Bagian tersebut bertanggung jawab pada kemampuan untuk berpikir secara cepat dan tajam. Untuk meredakan stres, banyak cara bisa dilakukan misalnya meditasi. Peneliti dari UCLA bahkan mengklaim, meditasi bisa mengatasi depresi dan memberikan perkembangan positif pada penderita GPPH.

Kurang olahraga
Sejumlah bukti ilmiah menunjukkan, olahraga secara teratur dapat menjaga pikiran tetap tajam sekaligus meningkatkan kapasitas ingatan. Bahkan hal ini juga berlaku pada individu dengan GPPH. Di samping itu, aktivitas yang menguras banyak keringat akan membakar kelebihan energi yang sering memicu rasa gelisah. Dampaknya, tidur malam menjadi lebih efektif dan berkualitas sehingga pikiran lebih segar saat bekerja pada siang harinya.

Bahan-bahan Multiguna untuk Kesehatan

Berbagai perkakas rumah tangga maupun bahan makanan di dapur menyimpan fungsi lain yang bermanfaat untuk kesehatan. Mulai dari shampo antiketombe yang bisa mengatasi panu, hingga iPod yang bisa mengatasi hipertensi.

Sebagian fungsi tersembunyi itu telah dibuktikan melalui penelitian ilmiah, dan sebagian lagi melalui pengalaman empiris. Yang jelas, perkakas dan bahan makanan yang digunakan mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut adalah beberapa di antara fungsi-fungsi tersembunyi itu, dikutip dari Prevention, Senin (17/5/2010).

Jeruk atau buah zaitun: untuk mengatasi mabuk darat

Mabuk darat memicu produksi liur yang berlebih, dan mengakibatkan rasa mual. Senyawa tanin yang dikandung jeruk dan buah zaitun membuat mulut terasa lebih kering dan meredakan mual. Jika mulai terasa mual, buah tersebut bisa dimakan atau sekedar dikulum saja.

Minyak sayur: menguatkan kuku yang rapuh

Kuku yang kering mudah patah sehingga membutuhkan pelembab. Saat kehabisan lotion, gunakan minyak sayur. Usapkan di tangan sebelum tidur, lalu bungkus dengan sarung tangan vinyl atau kantong plastik. Gunakan sepanjang malam agar meresap ke dalam kuku dan kulit.

Bola tenis: untuk kaki yang pegal
Cara kerjanya sama seperti alat pijat mini, cukup dengan meletakkannya di bawah telapak kaki. Gerakkan kaki selama 1-2 menit untuk membuatnya rileks. Selain bola tenis, bola golf dan botol air minum juga bisa digunakan untuk tujuan yang sama.

Vodka: untuk mengusir bau kaki
Jika tidak memiliki larutan alkohol 70 persen, rendam sepotong kain dalam vodka lalu usapkan pada kaki. Kandungan alkohol dalam vodka bersifat antiseptik dan bisa mengeringkan kaki. Pertumbuhan bakteri dan jamur penyebab bau kaki bisa dicegah dengan cara tersebut.

Listerine: untuk mengatasi luka melepuh
Larutan ini bersifat antiseptik, bisa mengatasi berbagai masalah mikroorganisme termasuk bau mulut dan ketombe. Manfaat lainnya adalah untuk luka melepuh. Gunakan cotton bud untuk mengoleskannya pada luka 3 kali sehari hingga
mengering.

Pensil: untuk sakit kepala

Saat merasa stres dan gelisah, tanpa sadar rahang atas dan bawah saling menekan dan meghasilkan tekanan pada pelipis. Dampaknya adalah sakit kepala akibat tekanan di daerah tersebut. Mencegahnya cukup mudah, taruh pensil di antara gigi atas dan bawah tetapi jangan digigit. Cara ini membuat otot rahang lebih rileks.

Shampo antiketombe: untuk mengatasi panu
Tidak semua shampo antiketombe bisa digunakan, hanya yang mengandung antiseptik kuat seperti fungasol atau selenium sulfida. Banyak dijual di pasaran, pemakaiannya tinggal dioleskan atau digunakan sebagai sabun mandi.

Lakban: untuk mengilangkan kutil
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine menyatakan, lakban dapat menghilangkan 85 persen kutil dalam 2 bulan pemakaian. Metode pembekuan bahkan hanya efektif sampai 60 persen. Caranya, bersihkan kulit berkutil lalu potong lakban sedikit lebih besar daripada kutil. Tempel lalu lepaskan tiap 3 hari, lakukan hingga kutil benar-benar kering.

Gula: untuk mengatasi cegukan

Satu sendok tek gula yang ditelan bulat-bulat dapat menghentikan cegukan dalam beberapa menit. Diyakini, gula dapat mempengaruhi saraf otot untuk mencegah kontraksi yang tidak diinginkan seperti yang terjadi saat cegukan.

Es krim: untuk mengatasi lidah terbakar
Terburu-buru menyeruput kopi panas menyebabkan lidah atau mulut terasa terbakar. Ada cara yang menyenangkan untuk mengatasinya, yakni dengan satu sendok es krim atau yoghurt beku. Minuman dingin semacam itu dapat menghilangkan rasa terbakar, meski sifatnya hanya temporer.

Apel: untuk memutihkan gigi
Sayuran dan buah dengan tekstur renyah berfungsi seperti sikat gigi saat dikunyah. Secara alami, seratnya akan membersihkan enamel gigi dan menghilangkan noda. Apel juga memiliki asam malat, yang dalam kadar rendah dapat membantu melarutkan noda di gigi.

Permen karet rasa peppermint atau cinnamon: untuk mengatasi stres saat mengemudi
Sebuah penelitian yang dibiayai NASA mengungkap, permen karet dengan 2 rasa tersebut efektif menurunkan tingkat kegelisahan hingga 20 persen. Mengurangi frustrasi (20 persen), meningkatkan kewaspadaan (30 persen), dan membuat jarak tempuh terasa lebih dekat (30 persen).

iPod: untuk menurunkan tekanan darah

Menurut sebuah penelitian di University of Florance Italia, mendengarkan iPod pada volume tertentu selama 30 menit/hari bisa membantu menurunkan tekanan darah. Dalam sebulan, rata-rata penurunan tekanan yang bisa dicapai adalah 3,2 mmHg untuk sistolik dan 4,4 mmHg untuk diastolik.

Si Hidung Besar Lebih Terlindung dari Penyakit

Beberapa orang memiliki hidung yang lebih besar dibandingkan dengan orang lain. Tapi hidung besar bisa membawa keberuntungan bagi orang tersebut, karena melindunginya lebih besar dari penyakit.

Mitos yang berkembang di masyarakat mengenai hidung besar adalah suatu tanda bahwa orang tersebut memiliki kecerdasan tinggi atau keturunan bangsawan. Namun keuntungan yang lebih besar justru bisa didapatkan orang tersebut, yaitu dapat melindunginya dari berbagai penyakit.

Para peneliti telah menemukan bahwa meskipun hidung besar seringkali menjadi bahan ejekan, namun hal yang paling penting adalah membantu pemiliknya mencegah terkena infeksi dan virus flu.

Semakin besar hidung, maka secara fisik semakin besar penghalang alami yang dapat menghentikan debu, bakteri atau partikel di udara untuk memasuki tubuh seseorang.

Berdasarkan penelitian, didapatkan bahwa hidung yang besar menghirup hampir 7 persen lebih sedikit polusi. Selain itu hidung ini juga bertindak sebagai penghalang untuk menangkis kuman yang berasal dari mulut dan mengurangi efek demam.

Hal ini tentu saja bisa menjadi berita baik untuk aktris Sex And The City Sarah Jessica Parker, penyanyi Barbra Streisand dan Barry Manilow serta aktor Gerard Depardieu yang dikenal dengan hidung besarnya.

Untuk mendapatkan kesimpulan seperti ini, para peneliti membuat dua hidung buatan yang mana salah satu hidung memiliki ukuran 2,3 kali lebih besar dari hidung yang lain.

Setiap hidung diletakkan di kepala buatan dan pada gilirannya akan divariasikan dengan dua set bibir yang juga dalam berbagai ukuran. Bibir ini menutupi ujung tabung dan menarik udara yang mengandung berbagai partikel.

Hasil penelitian menunjukkan sebesar 6,5 persen partikel lebih sedikit terhirup oleh hidung yang besar, dan ternyata bibir yang besar juga mengurangi masuknya partikel sebesar 3,2 persen.

Penelitian ini dilakukan oleh tim dari University of Iowa, Amerika Serikat dan diterbitkan dalam jurnal Annals Of Occupational Hygiene.

"Batang hidung yang keras akan memberikan perlindungan yang lebih baik untuk mulut. Selain itu hidung besar juga akan menurunkan risiko orang tersebut terinfeksi," ujar Dr Renee Anthony, pemimpin penelitian,

Akibat dari Kurang Tidur

Tubuh tidak bisa berbohong, termasuk ketika butuh diistirahatkan. Meski semangat untuk beraktivitas masih tetap berkobar, gejala tertentu akan muncul sebagai tanda bahwa tubuh merasa lelah.

Selain untuk mengistirahatkan otot, tidur juga memberi kesempatan bagi sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi hormon-hormon imunitas. Agar regulasi tersebut tidak terganggu, secara alami tubuh juga melepaskan hormon yang memicu rasa kantuk pada waktu-waktu tertentu.

Tanda-tanda bahwa tubuh merasa lelah mudah dikenali, antara lain seperti dikutip dari Prevention, Senin (17/5/2010), sebagai berikut.

1. Segala sesuatu menjadi tampak rumit
Menurut seorang peneliti dari University of California, Sean Drummond, PhD, kurang tidur bisa membuat hal-hal sepele menjadi tampak begitu rumit. Dampaknya, seseorang menjadi sulit untuk mengingat hal-hal detail, tidak bisa memilah dan mengingat informasi penting, serta sulit untuk menyesuaikan diri dengan perubahan jadwal yang mendadak.

2. Tetap merasa lapar meski makan seharian
Penelitian menunjukkan, kurang tidur dapat menurunkan kadar gula dalam darah. Kondisi ini menghambat produksi leptin, hormon yang mengontrol nafsu makan. Sebaliknya, produksi hormon ghrelin yang memicu rasa lapar akan meningkat. Celakanya, pada kondisi seperti ini tubuh akan merasa lebih membutuhkan gula daripada karbohidrat yang lebih kompleks.

3. Menjadi mudah terserang flu
Kurang istirahat membuat daya tahan tubuh melemah, sehingga mudah terinfeksi virus maupun bakteri. Menurut sebuah penelitian, tidur selama 8 jam/hari mampu menurunkan risiko terkena flu sebanyak 3 kali lipat dibandingkan hanya tidur selama 7 jam/hari. Menurut penelitian yang lain, tidur selama 4 jam/hari bahkan membuat vaksin flu tidak bekerja.

4. Menjadi lebih sentimental dan mudah menangis
Sebuah penelitian pernah dilakukan untuk mengamati hubungan antara kurang tidur dengan emosi yang tidak stabil, dengan cara memperlihatkan gambar seram pada partisipan yang tidak tidur semalaman. Lewat pemindaian otak, tampak adanya peningkatan aktivitas hingga 60 persen pada amygdala, bagian otak yang bertanggung jawab atas rasa takut dan gelisah. Bentuk emosi lain yang bisa muncul adalah rasa sedih, mudah tersinggung, dan kadang-kadang cepat marah.

5. Menjadi lebih kikuk dan ceroboh
Sejumlah bukti ilmiah menunjukkan, kurang tidur membuat respon motorik menjadi lebih lambat dan tidak akurat, refleks berkurang dan tidak bisa fokus pada satu aktivitas. Penyebab pastinya belum diketahui, namun para ahli meyakini bahwa itu merupakan dorongan kuat dari tubuh untuk tidur. Kikuk atau canggung bahkan sudah bisa disebut sebagai 'microsleeps' atau tidur dalam skala mikro.

Minuman Soda dengan Sitrat Tinggi Cegah Batu Ginjal

Selama ini diketahui terlalu sering minum soda bisa berbahaya bagi kesehatan
. Tapi minuman soda yang mengandung sitrat tinggi bisa mencegah jenis batu ginjal yang paling umum.

Dalam studi ini peneliti menemukan bahwa beberapa versi minuman soda diet rasa jeruk yang populer seperti 7Up, Sunkist dan Sprite mengandung jumlah sitrat relatif tinggi.

Sitrat dapat menghambat pembentukan batu kalsium oksalat yang merupakan penyebab paling umum dari batu ginjal.

Temuan yang dilaporkan dalam Journal of Urology menunjukkan bahwa diet minuman soda dengan sitrat tinggi dapat digunakan bagi orang yang rentan terhadap penyakit batu ginjal.

Batu ginjal terjadi ketika urine mengandung lebih banyak zat pembetuk kristal seperti kalsium, asam urat dan suatu zat yang disebut dengan oksalat dibandingkan kandungan lain yang dapat diencerkan. Kebanyakan batu ginjal disebabkan kalsium dan biasanya dalam bentuk kombinasi dengan oksalat.

"Salah satu penyebab orang terkena batu ginjal adalah kandungan sitrat yang relatif kecil di dalam urine-nya," ungkap Dr Brian H Eisner, seorang urolog dari Massachusetts General Hospital di Boston, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (18/5/2010).

Selama ini pengobatan yang umum untuk mencegah batu ginjal akibat kalsium oksalat atau jenis batu lain seperti batu asam urat adalah dengan mengonsumsi suplemen kalium sitrat.

Namun menurut Dr Eisner, bagaimana pastinya terapi ini bisa mencegah pembentukan batu ginjal masih belum jelas, tapi beberapa dokter ada yang sudah menganjurkan hal ini pada pasiennya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada minuman komersial yang memiliki kandungan sitrat serupa dengan minuman limun buatan sendiri.

Secara keseluruhan penelitian ini menemukan minuman soda diet berbasis jeruk termasuk 7Up, Sunkist, Sprite, Fresca and Canada Dry ginger ale memiliki kadar sitrat yang lebih tinggi daripada minuman limun buatan sendiri. Sedangkan minuman soda lainnya tidak banyak mengandung sitrat.

Karena belum ada bukti pasti minuman sitrat tinggi membantu mencegah pembentukan batu ginjal, saat ini peneliti tidak menganjurkan seseorang melakukan diet soda rasa jeruk untuk mencegah pembentukan batu. Tapi disarankan pasien harus secara rutin mengonsumsi 2-3 liter air atau cairan lainnya setiap hari.

Minggu, 30 Mei 2010

Kapan Kotoran Telinga Perlu Dibersihkan?


Kotoran telinga punya fungsi melindungi telinga dari kerusakan dan infeksi sehingga tidak perlu terlalu sering dibersihkan. Tapi kotoran telinga juga kadang mengganggu pendengaran. Kapan sebaiknya kotoran telinga dibersihkan?

Kulit pada saluran telinga luar memiliki kelenjar khusus yang menghasilkan kotoran telinga yang dikenal sebagai cerumen.

Biasanya, sejumlah kecil kotoran telinga berakumulasi kemudian mengering dan keluar dari saluran telinga, membawa partikel debu yang tidak diinginkan atau pasir.

Bentuk cerumen atau kotoran telinga berbeda antara orang satu dengan lainnya. Mungkin hampir berbentuk cair, padat dan tegas atau berupa kulit kering. Warnanya juga bervariasi tergantung pada komposisi.

Sebagian besar saluran telinga dapat membersihkan sendiri, dengan cara lapisan kulit saluran telinga bermigrasi dari gendang telinga ke telinga pembukaan luar.

Kotoran telinga yang lama akan terus diangkut dari daerah yang lebih dalam dari saluran telinga menuju keluar, biasanya kering, serpihan dan jatuh.

Kapan seharusnya harus dibersihkan?

Dalam keadaan ideal, seseorang seharusnya tidak perlu membersihkan kotoran telinganya. Tapi kadang orang malah terlalu sering membersihkan telinganya hingga cairan pelumas telinganya pun kering.

Seperti dilansir dari MedicineNet, Selasa (18/5/2010), kotoran telinga yang berlebihan dapat terbentuk di dalam saluran telinga karena berbagai alasan, antara lain:


  1. Penyempitan saluran telinga akibat infeksi atau penyakit kulit, tulang, atau jaringan ikat
  2. Produksi cairan cerumen kurang (lebih umum pada orang tua karena penuaan dari kelenjar yang menghasilkan kotoran telinga)
  3. Cerumen berlebihan dalam menanggapi trauma atau penyumbatan di dalam saluran telinga

Bila kotoran telinga terakumulasi begitu banyak sehingga membentuk blok saluran telinga dan mengganggu pendengaran, maka saat itulah kotoran telinga perlu dibersihkan.

Orang mungkin akan mencoba menggunakan cotton bud (pembersih telinga dengan kapas) atau tetes telinga bila kotoran telingan terlalu keras.

Penggunaan cotton bud baik dilakukan bila keadaan kotoran telinga sedikit cair dan tidak keras. Karena apabila kotoran telinga keras, maka penggunaan cotton bud justru akan membuat kotoran tersebut semakin masuk ke dalam telinga.

Dan untuk menggunakan tetes telinga, sangat penting untuk mengetahui bahwa telinga Anda tidak mengalami perforasi (bocor) gendang telinga sebelum menggunakan produk.

Menggunakan tetes telinga dengan keadaan gendang telinga berlubang dapat menyebabkan infeksi pada telinga tengah. Dan juga jika disertai rasa sakit, nyeri atau ruam kulit lokal penggunaan obat tetes harus dihentikan.

Pada saat seperti ini, dokter mungkin harus membersihkan kotoran telinga keluar (dikenal sebagai lavage), dengan vakum, atau bahkan membersihnya dengan instrumen khusus.

Pikiran Tetap Tajam Tanpa Suplemen

Banyak orang menggunakan suplemen penambah daya ingat otak agar tetap memiliki pikiran yang tajam. Sebenarnya pil otak seperti ginkgo dan melatonin tidak terbebas dari potensi efek samping. Pikiran tajam tetap bisa didapat tanpa suplemen.

Peneliti Dr Steven DeKosky dari University of Virginia School of Medicine mengatakan suplemen tidak terbukti memperlambat penurunan fungsi kognitif otak pada orang lanjut usia.

Memang orang tua biasanya identik dengan sifat pelupa dan susah mengingat, inilah tanda-tanda berkurangnya ketajaman pikiran. Tetapi kebanyakan orang tentunya ingin memiliki pikiran dan ingatan yang selalu tajam walaupun usia bertambah.

Seperti dilansir dari Livescience, Selasa (18/5/2010), berikut beberapa cara yang bisa menjaga agar pikiran tetap tajam tanpa suplemen:

1. Olahraga

Para ilmuwan mulai berpikir bahwa melakukan olahraga aerobik teratur dapat menjadi hal yang paling penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang otak.

Selain baik untuk jantung dan paru-paru, berjalan di treadmill juga sehat bagi otak. Untuk kebugaran mental, setidaknya lakukan minimal 30 menit aktivitas fisik setiap hari.

2. Perhatikan diet


Memanjakan diri dengan makanan bisa membuat kemampuan otak melambat dan mengakibatkan kerusakan otak jangka panjang. Tetapi terlalu sedikit mengonsumsi kalori juga dapat mengganggu fungsi otak.

Diet yang terlalu ekstrem dapat menyebabkan orang mengalami Anorexia atau gangguan makan. Banyak penelitian juga menghubungkan diet yang tidak tepat dengan kekacauan, kebingungan dan kehilangan memori.

3. Rawat tubuh dengan baik

Sebagian besar penyakit seperti diabetes tipe II, obesitas dan hipertensi dapat dicegah dengan pola hidup sehat. Mencegah penyakit-penyakit tersebut juga sama saja menjaga kesehatan otak.

Banyak masalah kesehatan yang dikaitkan dengan peningkatan risiko penurunan kognitif dan gangguan memori. Menjaga sistem sirkulasi bekerja dengan baik, menghindari rokok dan lemak jenuh, dapat mengurangi kerusakan yang berkaitan dengan otak.

4. Cukup istirahat


Ketika orang beristirahat dan bermimpi, kenangan akan disaring, disimpan dan beberapa akan dibuang. Dan sebuah penelitian baru menemukan bahwa bila orang tidak tidur, protein akan terbangun pada sinaps, sehingga sulit untuk berpikir dan belajar hal baru. Selain itu, kurang atau tidak cukup tidur yang kronis terkait dengan penurunan kognitif di usia tua.

5. Perbanyak makan ikan

Asam lemak esensial pada ikan, seperti omega-3, sangat penting untuk fungsi otak dan terbukti bermanfaat untuk mengobati penyakit seperti melemahnya otak akibat depresi.

6. Bersantailah


Stres dapat mencuci otak dengan bahan kimia yang berbahaya di hipokampus dan daerah otak lain yang terlibat dalam memori. Beberapa ilmuwan menduga bahwa hidup gaya yang seimbang dan melakukan kegiatan santai seperti yoga dapat memperlambat penurunan memori dengan mengurangi stres.

7. Lakukan tes otak


Teka-teki silang, sudokus dan permainan asah otak lainnya benar-benar menjaga otak tetap tajam. Namun, kurangnya pendidikan merupakan prediktor kuat penurunan kognitif.

Jika Anda menerapkan pola hidup sehat, maka tak perlu mengonsumsi suplemen otak, karena selain tak membawa banyak manfaat bagi otak, juga dapat menimbulkan efek samping bagi kesehatan jangka panjang.

Berbohong dan Efeknya Bagi Kesehatan

Berapa kali pria dan wanita berbohong dalam satu tahun? Ternyata jumlahnya cukup banyak dengan bermacam alasan. Tapi para ahli mengingatkan pentingnya berkata jujur karena berbohong tidak baik buat kesehatan.

Hasil penelitian yang dilakukan Katie Maggs menemukan bahwa pria rata-rata berbohong 1.092 per tahun, yang berarti bohong 3 kali dalam sehari. Sebaliknya, wanita berbohong rata-rata 728 kali dalam setahun, atau sekitar 2 kali dalam sehari.

Pria biasanya berbohong dengan alasan untuk menutupi kebiasaan buruknya, sedangkan wanita cenderung berbohong untuk menutupi perasaan yang sebenarnya.

"Berbohong mungkin tampaknya menjadi bagian tak terelakkan dari sifat manusia, tetapi ini merupakan bagian penting dari interaksi sosial," ujar Katie Maggs, kurator medis asosiasi di Museum Science, yang menugaskan penelitian, seperti dilansir dari Dailymail, Selasa (18/5/2010).

Hasil studi ini telah diterbitkan dengan judul 'Who Am I?' di galeri museum, di barat London, yang bertujuan untuk memahami ilmu otak, genetika dan perilaku manusia.

Tapi seperti dilansir jurnal Neuroendocrinology yang meneliti hubungan antara pikiran dan emosi pada sistem kekebalan tubuh berbohong bisa mempengaruhi kesehatan.

Penyangkalan diri atau berbohong membuat seseorang merasakan emosi negatif yang mengarah pada stres yang dipendam. Sedangkan berkata jujur akan melepaskan tekanan emosi sehingga mengurangi risiko stres.

Bila Anda berkata jujur maka itu akan melindungi diri dari hormon stres. Sedangkan berbohong akan membuat perasaan tertekan dan bisa menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja.

Berikut 10 kata kebohongan yang sering dilakukan pria dan wanita:

Pria

  1. Saya tidak minum alkohol
  2. Tidak apa-apa, saya baik-baik saja
  3. Maaf, ponselku tak ada sinyal
  4. Ini tidak mahal kok
  5. Saya sedang di jalan
  6. Saya terjebak macet
  7. Pantatmu tidak besar kok sayang
  8. Maaf, saya tidak tahu kamu telepon
  9. Kamu terlihat kurus
  10. Inilah yang selalu saya inginkan

Wanita
  1. Tidak apa-apa, saya baik-baik saja
  2. Saya tidak tahu, saya tidak pernah menyentuhnya
  3. Ini tidak mahal kok
  4. Saya tidak minum alkohol
  5. Saya pusing
  6. Saya membelinya waktu ada diskon
  7. Saya masih muda
  8. Saya tidak membuangnya kok
  9. Inilah yang selalu saya inginkan

Gangguan Mulut dan Gigi yang Bisa Diatasi Sendiri

Gangguan ringan pada mulut dan gigi bisa diatasi sendiri tanpa harus pergi ke dokter, misalnya sariawan dan lidah terbakar. Bahkan gigi tanggal sekalipun bisa dipasang kembali jika mendapat pertolongan pertama dengan tepat.

Asalkan tahu caranya, setiap orang bisa menjadi dokter gigi untuk dirinya sendiri. Tetapi tentunya hanya untuk gangguan ringan saja, sedangkan untuk penanganan lebih lanjut ada baiknya tetap diserahkan kepada dokter gigi.

Berikut ini beberapa gangguan pada mulut dan gigi yang bisa diatasi sendiri, dikutip dari MensHealth, Jumat (21/5/2010).

Gigi sensitif
Pada akar gigi terdapat jutaan syaraf yang akan menjadi sangat sensitif ketika gusi rusak. Untuk mencegahnya, hindari pasta gigi dengan pemutih, baking soda dan pencegah plak. Bahan-bahan tersebut bersifat abrasif, dapat menyebabkan gusi mengalami resesi (turun).

Gigi tanggal
Pada orang dewasa, gigi permanen yang tanggal bisa dipasang kembali jika tidak terlambat membawanya ke dokter gigi. Sementara belum ada dokter, bersihkan gigi dengan air mengalir lalu kembalikan ke posisi semula di dalam rahang. Gigit kain lembut atau kantong teh celup yang telah dibasahi untuk menahannya di posisi tersebut. Jangan memegang akar gigi, pegang saja kepalanya.

Langit-langit mulut terbakar

Sensasi terbakar di langit-langit mulut terjadi jika terburu-buru menyantap makanan atau minuman panas. Meski tidak secara langsung mengganggu kesehatan gigi, kondisi ini semakin melunakkan jaringan di langit-langit mulut dan membuatnya rentan terhadap infeksi. Atasi dengan salep corticosteroid, misalnya Kenalog in Orabase.

Lidah terbakar
Sama seperti pada langit-langit, pemicunya adalah terburu-buru menyantap makanan atau minuman panas. Larutkan 1 sendok teh garam ke dalam secangkir air hangat, gunakan untuk berkumur. Larutan garam akan mencegah infeksi pada jaringan di lidah, dengan menetralisir kondisi keasaman akibat radang.

Sakit rahang
Umumnya disebabkan oleh gangguan pada sendi temporomandibular (TMD), yang menghubungkan rahang atas dengan rahang bawah. Gejalanya adalah rasa nyeri mulai dari depan telinga hingga ke rahang dan gigi. Ini dipicu oleh gerakan rahang yang saling menggertakkan gigi tanpa disadari saat tidur. Untuk mengatasinya, gunakan bantal yang nyaman untuk tidur.

Sariawan
Pemicunya sangat beragam, antara lain demam dan makanan yang terlalu pedas. Untuk mengatasinya, oleskan larutan borax glycerine (gom) yang dijual bebas dengan harga murah meriah di hampir semua apotek. Alternatifnya, oleskan minyak sayur dengan cotton bud sebanyak 3-4 kali/hari.

Gigi retak atau patah
Perubahan temperatur yang ekstrem dan mendadak bisa menyebabkan gigi rapuh, bahkan retak atau patah. Misalnya menyantap es krim yang diikuti dengan kopi panas. Bisa dicegah dengan menghindari makanan atau minuman yang terlalu panas maupun terlalu dingin, tetapi hanya bisa diatasi dengan penambalan oleh dokter gigi. Jika tidak ditambal, retakan atau patahan itu akan menjadi rawan infeksi.

Mendengkus 120 kali Bisa Atasi Hidung Mampet

Radang di saluran pernapasan bisa menyebabkan hidung tersumbat. Tidak perlu minum obat, mendengkus (menarik dan mengeluarkan udara keras-keras dari hidung) sebanyak 120 kali/hari selama 4 hari ternyata bisa mengatasi gangguan tersebut.

Dikutip dari NCBI, Jumat (21/5/2010), mendengkus dapat meningkatkan aliran gas nitrogen oksida (NO) hingga 15-20 kali lipat dibanding bernapas tanpa suara. Meningkatnya aliran NO inilah yang kemudian dapat mematikan bakteri penyebab radang.

Sebuah penelitian di Swedia membuktikan hal itu, dengan teknik mendengkus yang cukup sederhana. Kuatnya dengkusan digambarkan hingga membuat getaran maksimal di antara sinus dan rongga hidung, tetapi tidak sampai membuat kepala pusing.

Agar bisa menghasilkan efek yang optimal, dengkusan harus dilakukan pada nada yang sangat rendah. Jika diukur dengan alat, maka frekuensinya berada pada kisaran 130 Hz.

Dalam penelitian tersebut, seorang pasien sinusitis bisa sembuh dalam 5 hari. Hari pertama pasien mendengkus selama 1 jam sebelum tidur, dengan pengulangan sebanyak 18 kali/menit.

Efek yang didapat esok harinya, hidungnya sudah lega meski sekali waktu masih kambuh. Namun dalam 4 hari berikutnya, kekambuhan tersebut secara meyakinkan terus berkurang.

Selama 4 hari tersebut pasien mendengkus sebanyak 60-120 kali/hari, hingga akhirnya gejala sinusitis hilang sama sekali. Bahkan denyut jantung tidak teratur (aritmia) yang menyertai sinusitis, tidak sudah teramati lagi pada hari terakhir.

Penelitian tersebut bahkan menyarankan lebih lebih lanjut terkait temuan ini. Jika sudah terbukti bisa menyembuhkan, bukan tidak mungkin cara ini juga bisa mencegah terjadinya radang.

Pada gangguan sinusitis, radang biasanya dipicu oleh infeksi bakteri pada saluran napas bagian atas. Gejalanya antara lain rasa nyeri, hidung tersumbat dan sakit kepala.

Sinusitis banyak menyerang penderita asma dan alergi. Kondisi tertentu seperti gangguan sistem kekebalan tubuh juga rentan terhadap penyakit tersebut.

Cara Mengatasi Kecanduan Alkohol

Mengatasi kecanduan alkohol harus diikuti dengan proses detoksifikasi, yakni proses menghilangkan racun yang menumpuk di dalam tubuh. Agar efektif, proses tersebut harus ditunjang oleh perubahan gaya hidup.

Detoksifikasi hanya melengkapi, sebab upaya untuk mengatasi kecanduan harus dimulai dengan niat dari si pecandu sendiri. Apapun caranya tidak akan berhasil jika yang bersangkutan belum mantap 100 persen.

Jika tekad sudah bulat, proses detoksifikasi dilakukan dengan mengganti cairan tubuh atau rehidrasi. Pada proses ini, air akan meluruhkan racun-racun dan pengotor di dalam tubuh. proses tersebut akan efektif jika disertai perubahan gaya hidup. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

Minum air putih lebih banyak
Untuk membersihkan racun alkohol, seseorang harus menambah konsumsi carian sebanyak 2-3 liter/hari karen sel-sel dalam tubuh butuh cairan agar bisa berfungsi dengan baik. Saat melakukan detoksifikasi, cairan yang cukup akan sangat membantu sistem kekebalan tubuh. Cairan juga akan melancarkan pembuangan racun-racun termasuk sisa alkohol dari dalam tubuh.

Mengkonsumsi sayuran dan buah segar

Jus buah bit (beetroots) diyakini berkhasian membersihkan hati, sementara jus wortel mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Untuk mendukung proses detoksifikasi, kombinasikan jus buah bit, wortel dan apel. Jus cranberry juga bisa ditambahkan, karena mampu memurnikan tubuh dari racun-racun pengotor.

Mengkonsumsi herba dan suplemen
Beberapa jenis herba atau tumbuhan dan suplemen yang mengandung vitamin B dapat membantu mengurangi ketegangan fisik maupun psikis yang muncul selama proses detoksifikasi alkohol. Konsultasikan dengan dokter atau konsultan herbal, suplemen apa yang cocok dengan kondisi individual masing-masing.

Melakukan olahraga
Proses detoksifikasi bisa memicu depresi, yang bisa diredakan dengan melakukan yoga atau olahraga lainnya secara teratur. Karena banyak potasium yang dikeluarkan bersama keringat, imbangi dengan lebih banyak mengkonsumsi buah dan sayuran. Pisang, melon, tomat, jeruk sitrus dan sayuran hijau banyak mengandung potasium.

Perlu diingat, depresi yang timbul selama proses detoksifikasi dapat menyebabkan perasaan gelisah dan mudah marah. Pada kondisi yang parah, efek samping detoksifikasi bisa memicu tremor (gemetar) atau halusinasi. Kondisi tersebut membutuhkan obat penenang yang harus dibeli dengan resep dokter.

Cara Cepat Sembuh dari Flu

Cuaca yang tidak menentu membuat siapa saja bisa terserang flu atau common cold. Gejala awal seperti bersin dan meriang bisa hilang tanpa diobati, hanya dengan beberapa langkah sederhana seperti istirahat dan minum teh hijau.

Flu tergolong self limiting disease, yang berarti bisa sembuh dengan sendirinya. Pengobatan dibutuhkan jika gejala yang dialami cukup parah hingga mengganggu aktivitas. Jika gejalanya ringan, maka secara alami sistem kekebalan tubuh akan memberikan perlawanan terhadap virus flu.



Berikut ini beberapa tips untuk membantu memperbaiki sistem kekebalan tubuh saat terkena flu, dikutip dari MensHealth,

Sarapan antivirus
Jika bangun pagi dalam kondisi kurang sehat, jangan sekali-kali melewatkan waktu sarapan. Sebuah penelitian di Belanda membuktikan, sarapan sebanyak 1.200 kalori meningkatkan kadar gama interferon dalam darah hingga 450 kali lipat dibandingkan tidak sarapan sama sekali. Senyawa tersebut merupakan antivirus alami dalam tubuh yang berfungsi untuk menangkal serangan flu.

Lawan dengan stres
Jika berkepanjangan, stres memang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Namun untuk jangka pendek, menyibukkan diri dengan pekerjaan yang berat justru efektif mengurangi gejala flu. Menurut sebuah penelitian di Ohio State University, stres jangka pendek bisa melawan flu jika berlangsung tidak lebih dari setengah atau
satu hari.

Seduh kopi atau teh hijau
Kopi atau green tea di sore hari tidak hanya membuat tubuh lebih rileks, tetapi membantu sistem pertahanan tubuh untuk melawan virus. Minuman tersebut juga mengandung epigallocatechin gallate (EGCG), yang memiliki khasiat untuk mematikan virus. Tips ini pernah diteliti di Kanada, dengan memasukkan daun teh hijau ke dalam koloni adenovirus penyebab flu. Hasilnya, aktivitas replikasi atau menggandakan diri pada virus berhenti.

Istirahat yang cukup
Idealnya dalam sehari tidur tidak kurang dari 7-8 jam. Menurut penelitian di UCLA, berkurangnya waktu tidur sebesar 40 persen akan menurunkan sistem imun hingga 50 persen. Namun jangan sesekali memaksakan tidur dengan cara minum alkohol karena hal ini justru melemahkan sistem imun. Sebaiknya gunakan pakaian yang longgar misalnya t-shirt dan celana pendek agar peredaran darah lancar, dan bisa tidur dengan lebih nyaman.

Tetap lakukan aktivitas ringan
Riset yang dilakukan oleh University of Massachusetts membuktikan, aktivitas fisik yang ringan bisa mengurangi risiko infeksi saluran napas hingga 25 persen dibandingkan dengan hanya diam sepanjang hari. Aktivitas ringan memicu produksi sel darah putih, yang fungsinya untuk melawan infeksi virus maupun bakteri. Aktivitas tersebut tidak boleh terlalu berat, karena kelelahan membuat tubuh rentan terhadap infeksi. Bahkan pada atlet marathon sekalipun, risiko infeksi akan meningkat setelah mengikuti lomba.

Jumat, 28 Mei 2010

Penyebab Kuku Mudah Patah

Beberapa orang terkadang memiliki masalah kuku yang mudah patah atau rapuh yang tentu saja bisa mengganggu penampilan. Apa yang menyebabkan kuku seseorang mudah patah?

Kuku tangan dan kuku kaki terdiri dari lapisan protein, sementara ketebalan dan kekuatan dari kuku merupakan suatu hal yang diwariskan.

Pada orang yang memiliki masalah kuku rapuh atau mudah patah, maka terjadi pemisahan atau pemecahan lapisan protein di dalam kuku tersebut.

Beberapa gejala yang bisa diamati jika seseorang memiliki gangguan ini yaitu mengelupasnya kuku bagian atas, kuku menjadi mudah patah serta ketidakmampuan kuku untuk tumbuh.

Seperti dikutip dari UIMC.discoveryhospital, Rabu (26/5/2010) penyebab utama dari kerapuhan kuku ini adalah kekeringan yang ekstrem pada kuku, sedangkan beberapa individu lain kecenderungan memiliki genetik untuk kuku rapuh.

Seiring bertambahnya usia, kuku seseorang akan menjadi kering dan rapuh. Sedangkan penyebab kekeringan kuku lainnya adalah udara kering, kelembaban yang rendah, mandi air hangat atau mandi shower yang terlalu lama juga bisa membuat kuku kering.

Penyebab kuku mudah patah lainnya adalah dipengaruhi oleh penyakit atau kondisi tertentu dan juga faktor lainnya.

Penyakit dan kondisi yang menyebabkan kuku rapuh meliputi:


  1. Hipotiroid, sebuah kondisi yang disebabkan oleh rendahnya kadar hormon tiroid di dalam tubuh.
  2. Fenomena Raynaud, suatu gangguan yang mempengaruhi pembuluh darah arteri di lengan dan kaki.
  3. Penyakit kulit, seperti psoriasis, alopesia areata.
  4. Gangguan endokrin, sepert sindrom Sjorgen-Larsson yang menyebabkan kulit seseorang menjadi kering.
  5. Malnutrisi atau gizi buruk.
  6. Infeksi baik yang disebabkan oleh jamur atau bakteri.
  7. Ada kemungkinan masalah pada sistem kekebalan tubuh yang membuat kuku menjadi mudah patah, atau juga memiliki kadar kalsium, seng dan besi yang rendah.

Faktor lainnya yang dapat meningkatkan risiko kuku mudah patah, meliputi:

  1. Sering mencuci tangan, terutama jika menggunakan air hangat.
  2. Terlalu lama terpapar udara dingin atau cuaca yang kering, sehingga menyebabkan kekeringan kuku.
  3. Terbakar sinar matahari atau keadaan kulit yang kasar.
  4. Terlalu sering atau kelebihan terpapar bahan kimia, seperti zat penghapus cat kuku.
  5. Cedera yang berulang-ulang pada ujung kuku.
  6. Kaki atau tangan yang sering berkeringat atau tidak mengeringkan dengan benar kuku yang basah.
  7. Pemaparan berulang dari detergen yang menggunakan bahan kimia keras.

Karena itu untuk mencegah agar kuku tidak mudah patah dan bisa memiliki kuku yang kuat, ada beberapa perawatan yang bisa dilakukan untuk melindungi sekaligus mengatasi kuku mudah patah, yaitu:


  1. Mulailah untuk memotong kuku secara teratur dan merata sehingga memberi kesempatan bagi kuku untuk tumbuh kuat dan sehat.
  2. Jangan pernah melakukan kebiasaan menggigit kuku.
  3. Perubahan pola makan untuk membantu meningkatkan kesehatan kuku, misalnya dengan konsumsi air yang cukup, mengonsumsi kalsium, vitamin A, C, protein, asam folat, vitamin B12 dan seng yang penting untuk kuku.
  4. Usahakan untuk menggunakan pelembab tangan yang tidak mengandung alkohol, karena alkohol bisa menyebabkan kuku kering.
  5. Menghindari penggunaan kuku untuk menggali atau sebagai pengikis karena bisa melemahkan enamel kuku.
  6. Mencuci tangan setelah menyentuh sesuatu atau kuku yang infeksi, serta menggunakan kaos kaki dari bahan katun dan menggantinya setiap hari.
  7. Menggunakan sarung tangan saat melakukan pekerjaan rumah yang menggunakan produk pembersih dan mengandung bahan kimia.
  8. Mengoleskan penguat kuku setiap minggunya, tapi usahakan untuk tidak terlalu sering menggunakan kuku buatan atau pewarna kuku.

Jika Sering Berkeringat di Malam Hari

Berkeringat di malam hari bisa terjadi jika temperatur di kamar tidur terasa panas atau menggunakan baju tidur tebal yang tidak menyerap keringat. Namun jika kondisi tersebut tidak terjadi, tapi tetap mengalami keringat berlebih saat malam hari, sebaiknya mencari tahu apa penyebabnya.


Dalam sebuah studi yang dilakukan terhadap 2.267 pasien yang mengunjungi dokter, didapatkan bahwa sekitar 41 persen orang melaporkan mengalami keringat berlebih di malam hari selama sebulan lebih. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi tersebut sudah menjadi hal umum yang sering dikeluhkan orang.

Terdapat banyak penyebab berbeda dari keringat di malam hari. Untuk menentukan apa penyebabnya, dokter biasanya harus menggunakan riwayat medis lengkap dan tes diagnostik untuk memutuskan kondisi apa yang mendasari hal tersebut.

Seperti dikutip dari WebMD, Rabu (26/5/2010) ada beberapa kondisi yang diketahui dapat menyebabkan seseorang mengalami keringat berlebih di malam hari, yaitu:



  1. Menopause, masa transisi saat seorang perempuan akan memasuki menopause seringkali menyebabkan seseorang mengalami keringat berlebih dan kondisi ini merupakan penyebab yang sangat umum dari perempuan berusia menopause.
  2. Hiperhidrosis idiopatik, suatu kondisi yang mana kelenjar keringat di tubuh terlalu banyak memproduksi keringat dan hingga kini belum diketahui penyebab medis yang diidentifikasi.
  3. Infeksi, ada berbagai macam infeksi yang bisa menyebabkan seseorang berkeringat di malam hari, tapi infeksi yang paling sering dikaitkan dengan kondisi ini adalah tuberkulosis. Selain itu ada juga berbagai infeksi lain yang memicu kondisi ini seperti infeksi endokarditis (radang pada katup jantung), osteomyelitis (radang dalam tulang) atau infeksi virus HIV.
  4. Kanker, beberapa jenis kanker juga ada yang terkait dengan kondisi ini seperti limfoma, biasanya diikuti dengan gejala lain seperti penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan dan demam.
  5. Pengobatan tertentu, beberapa obat tertentu memiliki efek samping berkeringat saat malam hari seperti obat antidepresi, obat psikiatri, obat penurun demam yang mengandung aspirin dan acetaminophen, dosis tinggi dari niacin (obat untuk gangguan lipid), tamoxifen, nitrogliserin dan Viagra.
  6. Hipoglikemia, kondisi tubuh yang memiliki kadar gula darah rendah juga bisa menyebabkan keringat di malam hari.
  7. Gangguan hormon, tidak semua gangguan hormon menyebabkan keringat di malam hari, tapi beberapa gangguan hormon yang memicu kondisi ini adalah pheochromocytoma, sindrom karsinoid dan hipertiroid (kadar hormon tiroid yang melebihi normal).
  8. Kondisi neurologis, beberapa kondisi neurologis termasuk stroke, autonomic dysreflexia atau pasca-trauma.

Bahaya Ginjal Jika Sering Menahan Pipis

Pada saat-saat tertentu kadang orang harus menahan buang air kecil, seperti di perjalanan yang macet atau mengikuti rapat penting. Tapi sebaiknya hal ini tidak dilakukan terus menerus, karena bisa menimbulkan dampak serius bagi kesehatan terutama ginjal.

Urine adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang nantinya akan dikeluarkan oleh tubuh. Urine terdiri dari bahan terlarut berupa sisa metabolisme di tubuh seperti urea, garam terlarut dan bahan organik lainnya yang tidak diperlukan oleh tubuh.

"Jika seseorang memiliki masalah di kandung kemih seperti pompa yang kurang baik atau kandung kemih yang sudah berlebih maka bisa jadi saat buang air kecil, urine yang keluar tidak sampai selesai. Sisa urine yang tertinggal di kandung kemih bisa menyebabkan infeksi di saluran kemih," ujar Dr dr Nur Rasyid, SpU saat dihubungi detikHealth, Rabu (26/5/2010).

Dr Rasyid menuturkan, normalnya kandung kemih bisa menampung urine sebanyak 300-400 cc. Saat seseorang berkemih atau pipis, maka seharusnya urine di dalam kandung kemih tersebut dikeluarkan semuanya atau bersisa maksimal sebanyak 12 cc saja.

Saat seseorang menahan buang air kecil, maka kandung kemih akan melar atau meregang, hal ini akan membuat pompa di kandung kemih tidak bisa berfungsi dengan baik saat pipis. Sehingga tak jarang banyak orang yang baru selesai pipis, tak lama kemudian akan timbul kembali rasa ingin pipis.

"Urine yang tersisa banyak di kandung kemih membuat saluran tersebut mudah terkena infeksi. Tapi jika akibat menahan tersebut membuat pompa kandung kemih memberikan tekanan yang tinggi, maka bisa mengakibatkan kerusakan ginjal," ungkap dokter yang berpraktek di RSCM dan RS ASRI ini.

Dr Rasyid menambahkan saat terjadi tekanan tinggi dari pompa, seseorang tidak akan merasakan apa-apa. Kerusakan ginjal yang terjadi akan lebih berbahaya jika ditemukan adanya infeksi pada kandung kemih, namun jika tidak ada infeksi kemungkinan menyebabkan pembengkakan ginjal. Tapi kedua kondisi tersebut tentu saja tidak baik untuk kesehatan dan bisa berbahaya jika terjadi terus menerus.

Sementara itu bagi orang yang memang sudah memiliki gangguan berkemih, sebaiknya orang tersebut membuat buku harian (diary) mengenai pola pipisnya. Sehingga bisa diketahui pola tersendiri pada jam berapa saja ia akan berkemih, hal ini akan menghindarkan dirinya dari kondisi menahan pipis.

Berapa lama waktu yang bisa dilewatkan seseorang untuk menahan buang air kecil berbeda-beda, dan juga kemampuan pompa kandung kemih setiap orang berbeda. Karena itu seseorang harus bisa mendeteksi diri sendiri.

"Jika setelah menahan pipis, urine yang keluar tidak sampai habis dan tak berapa lama ingin pipis lagi, maka itu berarti kandungan urine di kandung kemih sudah berlebihan. Sebaiknya kalau tidak ada gangguan apa-apa, setelah muncul rasa ingin pipis maka segera saja berkemih," ujar dokter yang lahir di Bangkalan 44 tahun silam ini.

Selain itu seberapa sering seseorang berkemih tergantung dari seberapa banyak cairan yang dikonsumsi dan juga jenisnya.

Misalnya minuman alkohol akan membuat produksi urine lebih banyak, karenanya orang yang menahan pipis 1 jam setelah mengonsumsi alkohol bisa lebih buruk dibandingkan menahan pipis 2 jam setelah mengonsumsi air putih.

Sindrom Badan Bau Tidak Sedap

Orang yang punya kepercayaan diri tinggi biasanya merasa dirinya wangi walaupun sebenarnya bau. Tapi sebuah studi menemukan sindrom aneh pada orang yang justru menganggap dirinya selalu bau seperti bau gajah.

Sindrom itu dikenal dengan nama Sindrom Referensi Olfactory atau Olfactory Reference Syndrome (ORS). Orang dengan ORS akan menganggap bahwa badannya berbau seperti gajah, tapi pada kenyataannya tidak demikian.

ORS yang juga disebut sebagai Autodysosmophobia adalah sebuah kondidi kejiwaan yang mana si penderita terlalu sibuk dengan kekhawatiran pada bau busuk tubuhnya yang tidak menyenangkan.

Kelainan ini sering disertai dengan rasa malu, perilaku penghindaran, perilaku kompulsif (berulang), fobia sosial dan mengisolasi diri dari lingkungan.

ORS tidak diakui dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM atau panduan gangguan mental), tapi dianggap sebagai jenis body dysmorphic disorder atau gangguan dismorfik tubuh.

Sindrom ini termasuk langka. Orang dengan ORS biasanya akan menjauh dari lingkungan, karena merasa aroma tubuhnya sangatlah menjijikkan, dan ia berpikir tidak akan ada orang yang mau mendekatinya.

Penderita mungkin mengalami kesulitan berkonsentrasi pada sesuatu karena pikirannya tertuju secara obsesif pada bau badannya.

Seringkali penderita menjadi depresi dan menutup diri dari lingkungan karena merasa bau busuk pada badannya. Namun, dokter mengatakan bahwa bau busuk tersebut hanyalah ada pikirannya, karena pada kenyataannya badan penderita tidaklah berbau seperti yang dipikirkan.

"Banyak di antara mereka harus menemui dokter umum, dokter bedah, atau dokter gigi dan dermatologis (dokter kulit), untuk mengatasi bau badan yang sebenarnya tidak ada," ujar Dr Katherine Phillips, seorang psikiater di RS Rhode Island dan profesor psikiatri di Brown University, seperti dilansir dari ABCNews, Kamis (27/5/2010).

Dr Phillips juga menunjukkan sebuah studi pada 20 orang dengan ORS pada pertemuan American Psychiatric Association di New Orleans.

Dia menemukan bahwa kerusakan akibat sindrom ini relatif tidak diketahui dalam kehidupan penderita. Sebesar 68 persen penderita dengan ORS memiliki pemikiran untuk bunuh diri dan 32 persen telah mencobanya.

Rata-rata penderita menghabiskan 3-8 jam sehari untuk berpikir tentang bau badannya. Sebesar 40 persen orang dalam studi ini menghabiskan setidaknya satu minggu untuk tinggal di rumah karena takut bertemu orang lain dan berpikir orang lain akan menganggapnya menjijikkan.

Sekitar 75 persen penderita menganggap bau busuk berasal dari mulutnya, sisanya menganggap bau badan berasal dari ketiak dan alat kelaminnya.

Phillips mengatakan pasien bisa jadi berkahayal tentang bau badannya, dan dokter sering salah melakukan diagnosa dan memvonisnya dengan skizofrenia.

Orang dengan ORS biasanya sering melakukan perilaku kompulsif (berulang-ulang), meliputi:

  1. Mandi berulang-ulang
  2. Menggunakan deodoran, parfum atau obat kumur berlebihan
  3. Berulang kali memeriksa badan dari mencari sumber bau
  4. Memastikan orang lain tidak mencium baunya
  5. Kepribadian Avoidant, yaitu rasa takut bahwa orang mendeteksi bau busuk ketika di lingkungan sosial
  6. Seringkali menuduh anggota keluarga memancarkan bau busuk
  7. Berlebihan penggunaan lilin beraroma
  8. Sering mengunjungi dokter untuk konsultasi bau badan
.